Jumat, 08 November 2013

PERSAINGAN DALAM IKLAN

Iklan merupakan salah satu media yang digunakan suatu perusahaan untuk mempromosikan produk yang dikeluarkannya untuk menarik minat para pelanggan yang melihatnya. Iklan dapat disampaikan melalui media cetak maupun media elektronik. Iklan juga dijadikan sebagai sarana persaingan antara beberapa perusahaan sejenis. Berikut ini salah satu contoh kasusnya.
          Dalam sebuah iklan memperlihatkan salah satu merk smartphone menyindir produk sejenis dari merk lainnya, yaitu Samsung Galaxy SIII dan Samsung Galaxy Note II yang menyindir iPhone dan Blackberry. Dalam iklan tersebut memperlihatkan beberapa orang yang menggunakan Samsung dengan beberapa lainnya yang menggunakan iPhone dan Blackberry. Salah seorang dari mereka bahkan memprotes rekan kerjanya yang menggunakan dua buah smartphone yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula, yang satu digunakan untuk kehidupan pribadinya (iPhone), sedangkan yang lainnya digunakan untuk urusan pekerjaannya (Blackberry). Menurut rekan kerjanya tersebut, hal itu sangatlah tidak efektif, menggunakan dua buah smartphone yang berbeda merk. Wanita tersebut kemudian menunjukkan Samsung Galaxy SIII miliknya yang menurutnya lebih canggih dari dua smartphone yang dimilikinya, yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan pribadinya sekaligus untuk urusan pekerjaannya. Namun rekan kerjanya tersebut menolak untuk mendengarkan lebih lanjut penjelasannya mengenai Samsung Galaxy SIII.

Kesimpulan :

Persaingan memang tidak bisa lepas dari dunia bisnis dan usaha. Namun, alangkah baiknya apabila persaingan tersebut dilakukan dengan cara yang sehat tanpa harus menjatuhkan atau menyindir perusahaan lain yang sejenis.

Sabtu, 19 Oktober 2013

CONTOH KASUS ETIKA BISNIS

Dalam etika bisnis, terdapat tiga jenis masalah yang dapat dihadapi antara lain :
1.     Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.     Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktek dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3.     Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.
Contoh kasus Etika bisnis :
1.     Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
2.     Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima, mereka harus membayarnya. Kemudiam pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini yayasan dan sekolah dapat diketegorikan mengikuti transpransi.
3.     Pada tahun 1990-an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok energi ke pangsa pasar yang begitu berdasarkan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinerginkan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi, dan data yang ada dari siklus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming industri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai “Spark Spead”. Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada di pasar dengan sebgaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001.

Sumber :

PERANAN ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN

Praktek penerapan etika bisnis yang paling sering kita jumpai pada umumnya diwujudkan dalam bentuk buku saku “Code of Conducts” atau kode etik masing-masing perusahaan. Hal ini barulah merupakan tahap awal dari praktek etika bisnis yakni mengkodifikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis bersama-sama Corporate-Culture atau budaya perusahaan, ke dalam suatu bentuk pernyataan tertulis dari perusahaan untuk dilakukan dan tidak dilakukan oleh manajemen dan karyawan dalam melakukan kegiatan bisnis.
          Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan “grey area” yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
          Etika bisnis dalam perusahaan sangat penting karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
          Perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya  diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.
          Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan ke dalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
Ø  Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of concuct)
Ø  Memperkuat sistem pengawasan
Ø  Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

Sumber :

MANFAAT ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN

Pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan, baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah, karena :
1.     Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal
2.     Mampu meningkatkan motivasi pekerja
3.     Melindungi prinsip kebebasan berniaga
4.     Mampu meningkatkan keunggulan bersaing

Etika sebagai praksis berarti nilai-nilai dan norma-norma moral moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Sedangkan etis, merupakan sifat dari tindakaan yang sesuai dengan etika.
Peranan Etika dalam Bisnis :
Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses atau berhasil memerlukan 3 hal pokok, yaitu :
1.     Produk yang baik
2.     Manajemen yang baik
3.     Memiliki etika

Kode Etik Perusahaan
          Kode Etik (Patrick Murphy) atau sering disebut code of conduct atau code of ethical conduct ini, menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul atau pernah timbul dimasa lalu, seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah, sumbangan dn sebagainya. Latar belakang pembuatan kode etik adalah sebagai cara ampuh untuk melambangkan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila perusahaan memiliki kode etik sendiri, ia mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat kode etik perusahaan antara lain :
1.     Kode etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Dengan adanya kode etik, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mengambil kebijakan atau keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.
2.     Kode etik dapat membantu menghilangkan kawasan kelabu di bidang etika (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).
3.     Kode etik menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.
4.     Kode etik menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).

Sumber :

PENGERTIAN ETIKA BISNIS

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ‘ethos’ yang berarti kebiasaan atau adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Menurut Drs. O.P. Simorangkir etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut  ukuran dan nilai yang baik. Menurut Magnis Suseno, etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran, yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, pemegang saham dan masyarakat.
         Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
          Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Management Journal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam meumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.     Utilitarian Approach
Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.     Individual Rights Approach
Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebarkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.     Justice Approach
Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

          Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Sumber :

Rabu, 29 Mei 2013

Contoh Kalimat Penalaran Deduksi Secara tidak Langsung


1.     Silogisme Kategorial
Adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga.
Contoh kalimat :  Semua harimau pemakan daging.
                          Pemakan daging adalah karnivora.
                          Jadi, harimau adalah karnivora.
2.     Silogisme Hipotesis
    Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis.
      Contoh kalimat :  Jika botol plastik dipanaskan, botol akan meleleh.
                                Botol plastik dipanaskan.
                                Jadi, botol plastik meleleh.
                                Jika botol plastik tidak dipanaskan, botol tidak akan meleleh
                                Botol plastik tidak dipanaskan.
                                Jadi, botol plastik tidak akan meleleh.
3.     Silogisme Alternatif
Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Kalau premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh kalimat : Ricky adalah seorang aktor atau penyanyi.
                         Ricky seorang aktor.
                         Jadi, Ricky bukan seorang penyanyi.
                         Ricky adalah seorang aktor atau penyanyi.
                         Ricky bukan seorang aktor.
                               Jadi, Ricky seorang penyanyi.

4.     Entimen
Ada bentuk silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh kalimat : Semua ilmuwan adalah orang jenius.
                         Max adalah seorang ilmuwan.
                         Jadi, Max adalah orang jenius.                           

5.     Rantai Deduksi
Orang-orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk-bentuk yang informal.
      Contoh kalimat : 
      Semua jamu pahit rasanya. (hasil generalisasi)
      Kali ini saya diberi lagi jamu.
      Sebab itu, jamu ini juga pasti pahit rasanya. (deduksi)
      Saya tidak suka akan minuman yang pahit rasanya. (induksi: generalisasi)
      Ini adalah jamu pahit.
      Sebab itu, saya tidak suka jamu ini. (deduksi)
      Saya tidak suka minum apa saja, yang tidak saya senangi (induksi generalisasi)
      Saya tidak suka minuman ini.
      Sebab itu saya tidak meminumnya. (deduksi)

Contoh Kalimat Penalaran Deduksi Secara Langsung


1.     Pola kalimat : Semua S adalah P
                    Sebagian P adalah S
Contoh kalimat :
Ø  Semua harimau pemakan daging
Ø  Sebagian yang pemakan daging adalah harimau

2.     Pola kalimat : Tidak satupun S adalah P
                    Tidak satupun P adalah S
  Contoh kalimat :
Ø  Tidak satupun capung adalah belalang
Ø  Tidak satupun belalang adalah capung

3.     Pola kalimat : Semua S adalah P
                         Tidak satupun S adalah tidak P
      Contoh kalimat :
Ø  Semua api adalah panas
Ø  Tidak satupun api adalah tidak panas

4.     Pola kalimat : Tidak satupun S adalah P
                         Semua S adalah tidak P
      Contoh kalimat :
    Ø  Tidak satupun kelinci bisa terbang
    Ø  Semua yang terbang adalah tidak kelinci

5.     Pola kalimat : Semua S adalah P
 Tidak satupun S adalah tidak P
 Tidak satupun tidak P adalah S
      Contoh kalimat :
Ø  Semua gula adalah manis
Ø  Tidak satupun gula adalah tidak manis
Ø  Tidak satupun yang tidak manis adalah gula