Jumat, 13 Desember 2013

Minuman Bersoda Membuat Remaja Menjadi Pemarah


Perilaku agresif ternyata bukan hanya karena kebiasaan minum minuman beralkohol. Bagi remaja, sekaleng minuman bersoda setiap hari sudah mengubah perilaku menjadi lebih pemarah dan rentan terlibat dalam berbagai tindak kekerasan. Sebuah penelitian di jurnal Injury Preventation membuktikan perilaku agresif pada remaja berhubungan erat dengan kebiasaan minum soda. Belum dipastikan adanya hubungan sebab akibat, tapi dengan temuan ini menguatkan dugaan jika nutrisi bisa mempegaruhi perilaku.
          Penelitian itu dilakukan terhadap 1.878 remaja berusia 14-18 tahun dari 22 sekolah negeri di wilayah Boston, Amerika Serikat. Para peneliti mengamati perilaku para responden yang berhubungan dengan kekerasan, lalu membandingkannya dengan kebiasaan minum minuman bersoda. Dari hasil analisis, didapatkan 2 kelompok responden berdasarkan kebiasaan minum minuman bersoda yakni kelompok high dan kelompok low. Kelompok high meminum minuman bersoda 5 kaleng atau lebih tiap pekan, sedangkan kelompok low minum 4 kaleng atau kurang tiap pekan.
          Pada kelompok low, peneliti hanya menemukan perilaku agresif dan kecenderungan tindak kekerasan pada 23% responden. Kecenderungan ini diwujudkan salah satunya dengan pengalaman membawa senjata, baik pisau maupun pistol dalam beberapa pekan terakhir. Sedangkan pada kelompok high, kecenderungan untuk melakukan tindak kekerasan jauh lebih tinggi yakni 43%. Ini berarti, cukup dengan minum soda 1 kaleng tiap hari maka perilaku remaja cenderung bisa berubah menjadi agresif dan rentan melakukan tindak kekerasan.
          Prof. Peter Kinderman, ahli psikologi klinis dari University of Liverpool yang dikutip dari Dailymail mengungkapkan bahwa penyebab tindak kekerasan pada remaja sangat kompleks, tapi penelitian ini menunjukkan interpretasi sederhana bahwa minuman bersoda ikut berperan. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu, yang mengatakan bahwa nutrisi yang buruk meningkatkan kecenderungan perilaku antisosial pada remaja. Tindak kekerasan merupakan salah satu bentuk perilaku antisosial, sedangkan minuman bersoda termasuk sumber nutrisi yang buruk.



Sumber : Majalah Gaul

Jangan Mengikat Rambut Saat Basah!


Biasanya, karena terburu-buru wanita sering kali mengikat rambut saat masih basah. Kebiasaan ini adalah salah satu kebiasaan buruk yang wajib untuk dihindari. Mengikat rambut saat masih basah membuat rambut menjadi lembab dalam jangka waktu yang lama. Tidak hanya itu, mengikat rambut saat masih basah atau belum kering juga bisa menimbulkan berbagai masalah rambut. Rambut dalam keadaan basah sangat rentan dan rapuh.
          Inilah beberapa masalah rambut yang ditimulkan akibat mengikat rambut saat masih basah seperti dikutip dari Boldsky :
1.    Rambut rontok dan menipis
Mengikat rambut dengan bentuk ekor kuda saat masih basah dimana kondisi rambut sangat lemas dapat menyebabkan rambut rontok. Tak hanya itu, elastisitas karet rambut menarik rambut hingga ke akar tak hanya menyebabkan rambut patah tapi juga merusak akar rambut. Keadaan ini dapat menyebabkan penipisan rambut.
2.    Ketombe dan kulit kepala gatal
Mengikat rambut saat masih basah dapat menyebabkan timbulnya ketombe. Hal ini dikarenakan saat masih basah dan dalam keadaan terikat keadaan rambut menjadi lembab dan keringat di kulit kepala pun berkumpul, kulit kepala tak bisa bernapas dan menyebabkan kotoran rambut mudah untuk berkumpul dan berubah menjadi ketombe. Kotoran dan keringat yang berkumpul di kulit kepala menyebabkan kulit kepala lengket dan mudah gatal. Gatal pada kulit kepala juga bisa menyebabkan kulit kepala lecet akibat terus menggaruknya.
3.    Rambut bau
Walaupun rajin keramas, tapi rambut bisa tetap bau. Hal ini bisa jadi karena kamu suka mengikat rambut dalam keadaan yang belum kering benar. Rambut yang lembab dalam waktu yang lama akibat diikat dapat menyebabkannya bau.
4.    Rambut menjadi rapuh dan kehilangan kilau alami
Keadaan rambut yang paling rapuh adalah saat rambut masih dalam keadaan basah. Sering mengikat rambut dalam keadaan yang belum kering benar, membuat rambut tertekan dan tak dapat bernafas. Sehingga dapat menyebabkan keretakan pada partikel rambut dan membuat rambut mudah patah dan kehilangan kilau alaminya.


Sumber : Majalah Gaul

Jumat, 08 November 2013

PERSAINGAN DALAM IKLAN

Iklan merupakan salah satu media yang digunakan suatu perusahaan untuk mempromosikan produk yang dikeluarkannya untuk menarik minat para pelanggan yang melihatnya. Iklan dapat disampaikan melalui media cetak maupun media elektronik. Iklan juga dijadikan sebagai sarana persaingan antara beberapa perusahaan sejenis. Berikut ini salah satu contoh kasusnya.
          Dalam sebuah iklan memperlihatkan salah satu merk smartphone menyindir produk sejenis dari merk lainnya, yaitu Samsung Galaxy SIII dan Samsung Galaxy Note II yang menyindir iPhone dan Blackberry. Dalam iklan tersebut memperlihatkan beberapa orang yang menggunakan Samsung dengan beberapa lainnya yang menggunakan iPhone dan Blackberry. Salah seorang dari mereka bahkan memprotes rekan kerjanya yang menggunakan dua buah smartphone yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula, yang satu digunakan untuk kehidupan pribadinya (iPhone), sedangkan yang lainnya digunakan untuk urusan pekerjaannya (Blackberry). Menurut rekan kerjanya tersebut, hal itu sangatlah tidak efektif, menggunakan dua buah smartphone yang berbeda merk. Wanita tersebut kemudian menunjukkan Samsung Galaxy SIII miliknya yang menurutnya lebih canggih dari dua smartphone yang dimilikinya, yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan pribadinya sekaligus untuk urusan pekerjaannya. Namun rekan kerjanya tersebut menolak untuk mendengarkan lebih lanjut penjelasannya mengenai Samsung Galaxy SIII.

Kesimpulan :

Persaingan memang tidak bisa lepas dari dunia bisnis dan usaha. Namun, alangkah baiknya apabila persaingan tersebut dilakukan dengan cara yang sehat tanpa harus menjatuhkan atau menyindir perusahaan lain yang sejenis.

Sabtu, 19 Oktober 2013

CONTOH KASUS ETIKA BISNIS

Dalam etika bisnis, terdapat tiga jenis masalah yang dapat dihadapi antara lain :
1.     Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.     Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktek dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3.     Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.
Contoh kasus Etika bisnis :
1.     Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
2.     Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima, mereka harus membayarnya. Kemudiam pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini yayasan dan sekolah dapat diketegorikan mengikuti transpransi.
3.     Pada tahun 1990-an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok energi ke pangsa pasar yang begitu berdasarkan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinerginkan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi, dan data yang ada dari siklus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming industri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai “Spark Spead”. Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada di pasar dengan sebgaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001.

Sumber :

PERANAN ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN

Praktek penerapan etika bisnis yang paling sering kita jumpai pada umumnya diwujudkan dalam bentuk buku saku “Code of Conducts” atau kode etik masing-masing perusahaan. Hal ini barulah merupakan tahap awal dari praktek etika bisnis yakni mengkodifikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis bersama-sama Corporate-Culture atau budaya perusahaan, ke dalam suatu bentuk pernyataan tertulis dari perusahaan untuk dilakukan dan tidak dilakukan oleh manajemen dan karyawan dalam melakukan kegiatan bisnis.
          Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan “grey area” yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
          Etika bisnis dalam perusahaan sangat penting karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
          Perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya  diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.
          Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan ke dalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
Ø  Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of concuct)
Ø  Memperkuat sistem pengawasan
Ø  Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

Sumber :

MANFAAT ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN

Pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan, baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah, karena :
1.     Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal
2.     Mampu meningkatkan motivasi pekerja
3.     Melindungi prinsip kebebasan berniaga
4.     Mampu meningkatkan keunggulan bersaing

Etika sebagai praksis berarti nilai-nilai dan norma-norma moral moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Sedangkan etis, merupakan sifat dari tindakaan yang sesuai dengan etika.
Peranan Etika dalam Bisnis :
Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses atau berhasil memerlukan 3 hal pokok, yaitu :
1.     Produk yang baik
2.     Manajemen yang baik
3.     Memiliki etika

Kode Etik Perusahaan
          Kode Etik (Patrick Murphy) atau sering disebut code of conduct atau code of ethical conduct ini, menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul atau pernah timbul dimasa lalu, seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah, sumbangan dn sebagainya. Latar belakang pembuatan kode etik adalah sebagai cara ampuh untuk melambangkan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila perusahaan memiliki kode etik sendiri, ia mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat kode etik perusahaan antara lain :
1.     Kode etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Dengan adanya kode etik, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mengambil kebijakan atau keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.
2.     Kode etik dapat membantu menghilangkan kawasan kelabu di bidang etika (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).
3.     Kode etik menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.
4.     Kode etik menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).

Sumber :

PENGERTIAN ETIKA BISNIS

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ‘ethos’ yang berarti kebiasaan atau adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Menurut Drs. O.P. Simorangkir etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut  ukuran dan nilai yang baik. Menurut Magnis Suseno, etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran, yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, pemegang saham dan masyarakat.
         Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
          Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Management Journal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam meumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.     Utilitarian Approach
Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.     Individual Rights Approach
Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebarkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.     Justice Approach
Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

          Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Sumber :